Sudah dua bulan lebih sejak update blog terakhirku :D .. tambah males aja ngeblog kalau sudah ada pesbuk hehehe .. Apa aja yang berubah dalam hidupku ya ...
1. Waktu lebaran, aku akhirnya aku memPHK Mbaknya Milen
2. Sekarang asistenku di rumah cuma 2. Satu ngurus Isaac dan Grace, satu ngurus Milen dan masak. Kedua-duanya bekerja sama mengurus rumah :D. Khusus cucian aku yang handle, soalnya pake mesin cuci. Kalo setrikaan, aku kasih lagi ke mereka hahaha ..
3. Beberapa hari setelah asistensku pada balik, aku sempat bangun pagi-pagi sekali untuk ikut ke pasar. Tapi setelah ikut-ikut meeting dengan bojoku lagi sampe malam, aku kembali ke pola hidup semula hihihi ..
4. Aku sudah sebulan setengah ini ikut fitness di Celebrity Fitness. Akhirnya bareng sama bojoku karena dia ditawarin program gratis 5 bulan (kalo gak salah) dan dia mau. Ternyata enak juga kalo fitness/olahraga, badan jadi lebih enteng dan seger, walaupun karena fitnessnya seminggu pisan, abis fitness badan langsung "njarem" semua heheh .. Mudah-mudahan dengan cape fitness nafsu makanku bisa tambah buas :D
5. Mileeenn .. sekarang sudah banyak minum susu sapi, tapi masih menyusu kalau aku ada di rumah. Emang susunya jadi gak sebanyak dulu lagi karena sudah jarang menyusui, paling buat mainan dan pelepas kangennya Milen aja.
6. Pekerjaan .. aku mulai banyak keluar kantor sekarang. Memang gak terlalu sering karena aku masih belum bisa meninggalkan pekerjaanku di kantor, tapi akhir-akhir ini akhirnya banyak interaksi langsung dengan vendor dan customer lah. Jadi tau muka-mukanya mereka :D
7. Suamiku dan Isaac sekarang ini lagi deket-deketnya karena mereka terlibat dalam permainan bersama. Main PS2. Hehehe .. Salah sendiri suamiku beli'in Isaac PS2 dan ngajarin cara mainnya, akhirnya sekarang Isaac demen main dan selalu nunggu Papinya pulang dan libur supaya bisa diajak main PS2.
Dan kejadian-kejadian lain yang mungkin tidak bisa aku ceritakan di sini :D.
Hari Minggu kemarin, selesai fitness di Puri Indah Mall, aku dan suamiku mengunjungi education fair di lantai G. Suamiku memang mencari sekolah yang bisa memfasilitas anak-anaknya untuk ngecipris bahasa Cino alias mandarin. Akhirnya ketemulah sebuah sekolah trilingual yang cukup murah (sebenarnya sangat murah), sayang sekali, lokasinya nun jauh di Serpong.
Terlepas dari lokasinya yang super jauh itu, aku dan suamiku sebetulnya udah cocok banget dengan sekolahan itu, tinggal liat open housenya tanggal 21 November nanti.
Tapi banyak hal juga yang jadi pertimbangan kami, antara lain :
1. Kasihan Isaac kalau harus berangkat sekolah pagi-pagi sekali, supaya tidak terlambat. Otomatis dia harus tidur lebih sore. Dan artinya .. kesempatan bertemu dengan orang tua semakin langka karena kami sering pulang malam dan bangun siang. Kata guru di sekolah itu, banyak juga anak-anak dari Tanjung Duren yang bersekolah di sana.
2. Kalau akhirnya kami berusaha mendekatkan lokasi rumah kami ke sekolah itu supaya Isaac (dan adik-adiknya kelak) tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh hanya untuk sekolah, alias pindah rumah ke Serpong, banyak hal juga yang harus dikorbankan. Aku belum puas juga menikmati rumah yang baru setengah tahun lebih ini aku tempati. Tempat kerja kami jadi jauh, kalau ada apa-apa susah akses ke pegawe/kantor. Belum lagi harus mikirin nyediain akses internet ke rumah .. whew ..
Aku berusaha browsing-browsing untuk mencari alternatif sekolah yang lain yang menggunakan bahasa mandarin sebagai pengantar dalam pelajaran. Hanya ada 2 sekolah trilingual di Jakarta ini. Satunya menggunakan bahasa Jerman, dan yang satu Mandarin. Yang mandarin ya sekolah yang aku ceritain di atas itu.
Akhirnya kami putuskan untuk menunggu open house. Meskipun resikonya bisa kehabisan kursi, tapi biarin lah, daripada udah jauh-jauh ternyata salah sekolah, ternyata anak-anakku gak suka dengan sekolah tersebut.
Aku sebetulnya tidak ingin buru-buru memasukkan Isaac ke SD, karena September tahun depan dia baru akan berusia 6 tahun. Tapi suamiku udah pingin banget anak-anaknya bisa bahasa Mandarin karena dia sendiri ngerasain kesulitan dalam berbisnis karena tidak bisa bahasa Mandarin. Sudah bisa sih kalau mau masuk SD tahun depan, tapi takutnya kalau ternyata Isaac masih pingin bebas belajarnya. O ya, aku juga masih belum tahu apakah sekolahan itu juga memberikan banyak pe-er kepada anak-anak didiknya hehehe .. Kalo iya, semakin banyak alasan untuk menolaknya :D.
Thursday, November 12, 2009
Wednesday, September 2, 2009
Jeduuaaaarrrr ...!!!
Baru saja aku merasa beruntung karena pembantu-pembantuku sekarang ini handal-handal. Nyaris gak ada celanya di mataku. Eh ... malam ini, aku denger laporan yang mengejutkan dan sempat bikin aku deg-degan, gemetar, dan .. ah .. gak tau apa aja yang campur aduk di dadaku.
Sudah beberapa bulan ini aku merasa terlalu nyaman akibat pelayanan dayang-dayangku. Mereka benar-benar ok mengurus rumah dan anak-anakku, pokoknya, aku benar-benar gak pusing lagi deh ninggalin mereka untuk kerja atau sekedar pacaran dengan bojoku.
Nah, beberapa hari terakhir ini, dayang-dayangku itu terbagi menjadi dua kelompok. Suasana agak panas di antara mereka, dan walaupun mereka tidak terang-terangan menceritakannya padaku, aku tahu lah. Pagi ini aku dengar mereka agak ribut di dapur, tapi aku memang males ikut-ikut urusan pribadi mereka, jadi aku diemin aja dan tetap meringkuk di kasurku :) Nanti toh salah satu dari mereka pasti akan cerita juga ke aku :D.
Di antara mereka, aku paling dekat dengan dayangnya Milen dan dayang yang tukang masak. Mungkin karena mereka itu yang paling cerewet dibanding yang lainnya :) Aku kan sebenarnya suka kalau ada yang ngajak ngobrol. Tapi justru mereka itulah yang sedang bertikai. Yang lainnya cuma pro kanan dan pro kiri :D.
Waktu lagi bareng Milen nonton tipi, dayangnya Milen menceritakan tentang keributan kecil tadi pagi. Tentu saja dengan cerita yang lebih memihak ke dia. Lalu aku berangkat ke kantor dan tidak ambil pusing dengan kejadian itu.
Malam ini, waktu si tukang masak hendak laporan hasil jualan mereka, dia cerita juga ke aku tentang keadaan hubungannya dengan dayangnya Milen yang sedang dalam pertikaian sengit. Menurut tukang masak ini, dayangnya Milen itu suka seenaknya kalau aku tidak di rumah, dan dia sering nasehatin dayangnya Milen. Tapi sepertinya nasehatnya tidak diterima dengan baik, sehingga malah membuat dayangnya Milen menjauhinya.
Perbuatan-perbuatannya dayangnya Milen itu, setelah dirinci oleh si tukang masak ini, benar-benar bikin aku lemas.
Contoh, dia keluarin ikan teri dari kulkas sejak pagi, dan baru mau masak malamnya, lalu akhirnya tidak jadi dimasak, malah dibuang.
Dia juga suka nyetel DVD dan pilem-pilem jorok kalau aku tidak ada di rumah, padahal anak-anakku sedang ada di depan tipi juga.
Milen ditidurin terus sepanjang siang dan begitu juga si dayang ikutan tidur di kasurnya anak-anak. Meskipun sebenarnya Milen udah bosan, nangis-nangis gak mau tidur tapi digendong terus, diajak tidur.
Dia juga suka nunyul kepala anak-anakku kalo gak mau nurut sama dia. Termasuk kepalanya Milen juga jadi korban. Duh .. bayi sekecil itu, apa sih yang gak bisa dimaklumi?
Duit-duit yang kadang ketinggalan di bajuku/Fredy dan di mobil, juga kadang diambil sama dia. Yang ketauan sama tukang masak ini sudah Rp 72.000 dalam dua kesempatan. Dan dia mengakui bahwa dia mengambil uang itu.
Huh! PRku banyak untuk berusaha membuktikan semua itu :)
Aku jadi bete. Sebab selama ini justru dayangnya Milen itu yang rajin cari muka di depanku. Seolah-olah dia memang sayang sama anak-anakku. Tapi ternyata kelakuannya munafik banget.
Dengan laporan itu memang tidak berarti si tukang masak berada di pihak yang benar sepenuhnya. Kalau mereka engga berantem, mana mungkin tukang masak menceritakan padaku kejadian sebenarnya?
Awalnya aku deg-degan, bingung, puyeng memikirkan harus bagaimana. Aku seperti kesambar petir mendengar penuturan si tukang masak ini. Memang sih, setiap ada kebusukan/ketidakjujuran yang berusaha menipu aku, pada akhirnya Tuhan pasti membukakan kebenaran di hadapanku, entah melalui apa saja :)
Tapi setelah kebenaran yang ternyata ada masalah di balik kenyamanan yang aku rasakan selama ini, aku rada puyeng memikirkan jalan keluarnya.
Tapi bukan Tuhan namanya kalo nunjukkin masalah tanpa memberi jalan keluarnya :D. Ada cengli? :) Setelah agak pusing sebentar, akhirnya aku dapat ide, kalau gak bisa disebut hikmat :D. Akhirnya aku putuskan, mulai besok aku akan bawa Milen dan dayangnya ikut ngantor bersamaku, setiap hari. Dengan demikian, aku bisa mengawasi dayangnya Milen ini. Pro-nya dia sih engga gitu berani bertingkah kalo dayangnya Milen engga ada, karena yang paling dominan memang dia.
Setidaknya, aku masih bisa percaya sama dayangnya Isaac dan Grace (yang aku ceritain di postingan sebelumnya) karena orangnya memang engga banyak tingkah selama ini. Yang terpenting dari semua ini adalah, kejadian ini memaksaku untuk bangun dari zona nyaman yang selama ini memanjakanku dari tugas-tugasku sebagai ibu. Rasanya aku harus mulai banyak ngantor di rumah lagi :)
Sudah beberapa bulan ini aku merasa terlalu nyaman akibat pelayanan dayang-dayangku. Mereka benar-benar ok mengurus rumah dan anak-anakku, pokoknya, aku benar-benar gak pusing lagi deh ninggalin mereka untuk kerja atau sekedar pacaran dengan bojoku.
Nah, beberapa hari terakhir ini, dayang-dayangku itu terbagi menjadi dua kelompok. Suasana agak panas di antara mereka, dan walaupun mereka tidak terang-terangan menceritakannya padaku, aku tahu lah. Pagi ini aku dengar mereka agak ribut di dapur, tapi aku memang males ikut-ikut urusan pribadi mereka, jadi aku diemin aja dan tetap meringkuk di kasurku :) Nanti toh salah satu dari mereka pasti akan cerita juga ke aku :D.
Di antara mereka, aku paling dekat dengan dayangnya Milen dan dayang yang tukang masak. Mungkin karena mereka itu yang paling cerewet dibanding yang lainnya :) Aku kan sebenarnya suka kalau ada yang ngajak ngobrol. Tapi justru mereka itulah yang sedang bertikai. Yang lainnya cuma pro kanan dan pro kiri :D.
Waktu lagi bareng Milen nonton tipi, dayangnya Milen menceritakan tentang keributan kecil tadi pagi. Tentu saja dengan cerita yang lebih memihak ke dia. Lalu aku berangkat ke kantor dan tidak ambil pusing dengan kejadian itu.
Malam ini, waktu si tukang masak hendak laporan hasil jualan mereka, dia cerita juga ke aku tentang keadaan hubungannya dengan dayangnya Milen yang sedang dalam pertikaian sengit. Menurut tukang masak ini, dayangnya Milen itu suka seenaknya kalau aku tidak di rumah, dan dia sering nasehatin dayangnya Milen. Tapi sepertinya nasehatnya tidak diterima dengan baik, sehingga malah membuat dayangnya Milen menjauhinya.
Perbuatan-perbuatannya dayangnya Milen itu, setelah dirinci oleh si tukang masak ini, benar-benar bikin aku lemas.
Contoh, dia keluarin ikan teri dari kulkas sejak pagi, dan baru mau masak malamnya, lalu akhirnya tidak jadi dimasak, malah dibuang.
Dia juga suka nyetel DVD dan pilem-pilem jorok kalau aku tidak ada di rumah, padahal anak-anakku sedang ada di depan tipi juga.
Milen ditidurin terus sepanjang siang dan begitu juga si dayang ikutan tidur di kasurnya anak-anak. Meskipun sebenarnya Milen udah bosan, nangis-nangis gak mau tidur tapi digendong terus, diajak tidur.
Dia juga suka nunyul kepala anak-anakku kalo gak mau nurut sama dia. Termasuk kepalanya Milen juga jadi korban. Duh .. bayi sekecil itu, apa sih yang gak bisa dimaklumi?
Duit-duit yang kadang ketinggalan di bajuku/Fredy dan di mobil, juga kadang diambil sama dia. Yang ketauan sama tukang masak ini sudah Rp 72.000 dalam dua kesempatan. Dan dia mengakui bahwa dia mengambil uang itu.
Huh! PRku banyak untuk berusaha membuktikan semua itu :)
Aku jadi bete. Sebab selama ini justru dayangnya Milen itu yang rajin cari muka di depanku. Seolah-olah dia memang sayang sama anak-anakku. Tapi ternyata kelakuannya munafik banget.
Dengan laporan itu memang tidak berarti si tukang masak berada di pihak yang benar sepenuhnya. Kalau mereka engga berantem, mana mungkin tukang masak menceritakan padaku kejadian sebenarnya?
Awalnya aku deg-degan, bingung, puyeng memikirkan harus bagaimana. Aku seperti kesambar petir mendengar penuturan si tukang masak ini. Memang sih, setiap ada kebusukan/ketidakjujuran yang berusaha menipu aku, pada akhirnya Tuhan pasti membukakan kebenaran di hadapanku, entah melalui apa saja :)
Tapi setelah kebenaran yang ternyata ada masalah di balik kenyamanan yang aku rasakan selama ini, aku rada puyeng memikirkan jalan keluarnya.
Tapi bukan Tuhan namanya kalo nunjukkin masalah tanpa memberi jalan keluarnya :D. Ada cengli? :) Setelah agak pusing sebentar, akhirnya aku dapat ide, kalau gak bisa disebut hikmat :D. Akhirnya aku putuskan, mulai besok aku akan bawa Milen dan dayangnya ikut ngantor bersamaku, setiap hari. Dengan demikian, aku bisa mengawasi dayangnya Milen ini. Pro-nya dia sih engga gitu berani bertingkah kalo dayangnya Milen engga ada, karena yang paling dominan memang dia.
Setidaknya, aku masih bisa percaya sama dayangnya Isaac dan Grace (yang aku ceritain di postingan sebelumnya) karena orangnya memang engga banyak tingkah selama ini. Yang terpenting dari semua ini adalah, kejadian ini memaksaku untuk bangun dari zona nyaman yang selama ini memanjakanku dari tugas-tugasku sebagai ibu. Rasanya aku harus mulai banyak ngantor di rumah lagi :)
Saturday, August 29, 2009
Yang Suka Bermain pun Ada Gunanya
Hari ini bersihin bebatuan judulnya. Gara-gara taman di depan rumah diberantakin tikus, aku putuskan untuk nyuci batu-batu penghias taman. Rupanya bojoku juga punya rencana dengan batu-batu di dekat kolam renang. Akhirnya kamipun memanfaatkan kegemaran anak-anak bermain dengan batu dan air, untuk mencuci batu-batu taman dan kolam ikan.
Karena melibatkan anak-anak, otomatis, ART (Asisten RuTang) -ku yang bertanggung jawab mengurus Isaac dan Grace ikutan nyuci batu-batu itu bersama mereka.
Sambil mencoba menata batu-batu yang sudah dicuci itu, aku mendengar celotehan ARTku, "Ini aja ni Ci, yang panjang-panjang batunya bagus-bagus ni." .. "Wah .. bagus sekali ya batunya" ..
Celotehan-celotehan yang menandakan dia menikmati pekerjaan ini hehehe ..
Keluar dari kolam ikan, aku beralih ke ARTku yang lagi ngumpulin bebatuan di taman, aku berusaha membuat batu-batu yang sudah dicuci cepat kering dulu supaya gak cepet kotor waktu ditaruh di tanah lagi. Sambil melakukannya, aku memikirkan celotehan ARTku tadi.
"Kayak anak kecil banget sih," pikirku. "Kayak gak pernah liat batu aja, kan batu itu sudah ada di rumah ini sejak awal kami menempatinya bersama-sama."
Tapi seperti biasa .. pikiranku selalu berkembang .. hehehe ..
Aku jadi mikir, kayaknya ARTku ini cocok sama kerjaannya mengurus Isaac dan Grace. Aku teringat pengalaman-pengalamanku dengan ART Si A, Si B, Si C yang sudah banyak mengecewakan.
Yang kerjanya beres, orangnya suka keluar rumah. Yang gak pernah minta ijin keluar rumah, kerjaannya gak beres-beres. Itu ART yang masih ABG. Pernah juga dapet yang udah dewasa, tapi sudah punya anak. Baru dua hari di rumahku, dia minta pulang karena teringat anaknya sendiri. Ada juga yang kerjanya bagus, gak pernah minta ijin keluar rumah, aku sudah kasih gaji gede, eh .. orang tuanya menyuruh dia pulang untuk ngebantu pekerjaan mereka di kampung. Yeah .. aku juga eman-eman sendiri kalau orang dengan potensi luar biasa seperti ART yang satu itu, cuma jadi ART. Harusnya bisa kerja yang lain. Pernah juga dapet orang yang luar biasa begonya sampe bikin napas tersengal-sengal kalo ngomong sama dia, saking menahan amarah.
Tapi kali ini aku dapat kombinasi ART yang benar-benar sangat pas, terlepas dari keinginan-keinginan duniawi mereka ya, mereka benar-benar enjoy dengan pekerjaannya dan melakukannya dengan baik sekali.
Semua pengalaman yang mengecewakan sebelumnya, membuat aku bersyukur banget bisa dapet ART yang handal seperti sekarang ini, bisa ngurus Isaac dan Grace dengan sangat baik dan (ini juga bagian penting) menikmati bermain bersama mereka, bukan sekedar nungguin mereka bermain.
Aku jadi berpikir, kualifikasi kemampuan seperti itu aku jarang ketemu. Bahkan seorang guru TK aja belum tentu enjoy bermain dengan anak-anak didik mereka. Kesukaan bermain, kadang terlihat tidak penting, tapi ketika berhadapan dengan anak-anak, ternyata kita sangat membutuhkannya. Aku ingat waktu aku masih jadi guru SD, ternyata lebih mudah memasukkan bahan pelajaran melalui permainan dan bermain peran, bahkan anak yang dicap paling nakal di kelas 4 SD pun bisa mengingat bahan pelajaran sejarah karna pernah berpura-pura jadi Pangeran Diponegoro.
Wow!!! Aku jadi teringat kata-kata orang tuaku (mungkin orang tua kita semua juga :D) waktu masih kecil, pinginnya maiiiiinn terus. Orang tua jadul yang normal biasanya akan ngomong, "Main terus, mau jadi apa nanti kalo sudah besar?"
Hahaha .. Kalo aku liat ARTku sekarang ya aku bisa bilang banyak, bisa jadi ART spesialis anak-anak (perlu nama rada keren dikit supaya lebih manusiawi dan pantes minta gaji gede ya gak :D), bisa jadi guru TK, bisa jadi pembuat mainan, bisa jadi .. banyak hal yang berguna untuk anak-anak.
Mumpung weekend, main yuk :)
Karena melibatkan anak-anak, otomatis, ART (Asisten RuTang) -ku yang bertanggung jawab mengurus Isaac dan Grace ikutan nyuci batu-batu itu bersama mereka.
Sambil mencoba menata batu-batu yang sudah dicuci itu, aku mendengar celotehan ARTku, "Ini aja ni Ci, yang panjang-panjang batunya bagus-bagus ni." .. "Wah .. bagus sekali ya batunya" ..
Celotehan-celotehan yang menandakan dia menikmati pekerjaan ini hehehe ..
Keluar dari kolam ikan, aku beralih ke ARTku yang lagi ngumpulin bebatuan di taman, aku berusaha membuat batu-batu yang sudah dicuci cepat kering dulu supaya gak cepet kotor waktu ditaruh di tanah lagi. Sambil melakukannya, aku memikirkan celotehan ARTku tadi.
"Kayak anak kecil banget sih," pikirku. "Kayak gak pernah liat batu aja, kan batu itu sudah ada di rumah ini sejak awal kami menempatinya bersama-sama."
Tapi seperti biasa .. pikiranku selalu berkembang .. hehehe ..
Aku jadi mikir, kayaknya ARTku ini cocok sama kerjaannya mengurus Isaac dan Grace. Aku teringat pengalaman-pengalamanku dengan ART Si A, Si B, Si C yang sudah banyak mengecewakan.
Yang kerjanya beres, orangnya suka keluar rumah. Yang gak pernah minta ijin keluar rumah, kerjaannya gak beres-beres. Itu ART yang masih ABG. Pernah juga dapet yang udah dewasa, tapi sudah punya anak. Baru dua hari di rumahku, dia minta pulang karena teringat anaknya sendiri. Ada juga yang kerjanya bagus, gak pernah minta ijin keluar rumah, aku sudah kasih gaji gede, eh .. orang tuanya menyuruh dia pulang untuk ngebantu pekerjaan mereka di kampung. Yeah .. aku juga eman-eman sendiri kalau orang dengan potensi luar biasa seperti ART yang satu itu, cuma jadi ART. Harusnya bisa kerja yang lain. Pernah juga dapet orang yang luar biasa begonya sampe bikin napas tersengal-sengal kalo ngomong sama dia, saking menahan amarah.
Tapi kali ini aku dapat kombinasi ART yang benar-benar sangat pas, terlepas dari keinginan-keinginan duniawi mereka ya, mereka benar-benar enjoy dengan pekerjaannya dan melakukannya dengan baik sekali.
Semua pengalaman yang mengecewakan sebelumnya, membuat aku bersyukur banget bisa dapet ART yang handal seperti sekarang ini, bisa ngurus Isaac dan Grace dengan sangat baik dan (ini juga bagian penting) menikmati bermain bersama mereka, bukan sekedar nungguin mereka bermain.
Aku jadi berpikir, kualifikasi kemampuan seperti itu aku jarang ketemu. Bahkan seorang guru TK aja belum tentu enjoy bermain dengan anak-anak didik mereka. Kesukaan bermain, kadang terlihat tidak penting, tapi ketika berhadapan dengan anak-anak, ternyata kita sangat membutuhkannya. Aku ingat waktu aku masih jadi guru SD, ternyata lebih mudah memasukkan bahan pelajaran melalui permainan dan bermain peran, bahkan anak yang dicap paling nakal di kelas 4 SD pun bisa mengingat bahan pelajaran sejarah karna pernah berpura-pura jadi Pangeran Diponegoro.
Wow!!! Aku jadi teringat kata-kata orang tuaku (mungkin orang tua kita semua juga :D) waktu masih kecil, pinginnya maiiiiinn terus. Orang tua jadul yang normal biasanya akan ngomong, "Main terus, mau jadi apa nanti kalo sudah besar?"
Hahaha .. Kalo aku liat ARTku sekarang ya aku bisa bilang banyak, bisa jadi ART spesialis anak-anak (perlu nama rada keren dikit supaya lebih manusiawi dan pantes minta gaji gede ya gak :D), bisa jadi guru TK, bisa jadi pembuat mainan, bisa jadi .. banyak hal yang berguna untuk anak-anak.
Mumpung weekend, main yuk :)
Thursday, August 20, 2009
Motor Cemphe
Salah satu harta kekayaanku dan Fredy adalah sebuah motor cemphe :) Sebenarnya motor bebek, merek Honda C70.
Meskipun kelihatan kurang gaya, motor ini sudah banyak membantu kami selama masa-masa kesukaran. Jasa-jasanya begitu besar, dan kalau motor ini punya diary, aku rasa, sudah banyak cerita yang disimpan oleh motor ini.
Entah kapan Fredy membeli motor ini, tapi motor ini sudah banyak membantunya di Bandung, Jakarta, Pekalongan, dan sepertinya di Semarang juga. Ketika kami memutuskan untuk pindah ke Jakarta, kami meminjamkan motor ini untuk dipakai pelayanan oleh sepasang hamba Tuhan yang punya banyak anak asuh di Salatiga. Tentu saja, setelah direparasi semuanya supaya kuat nanjak, naik gunung membawa tumpangan melebihi kapasitasnya hehehe ..
Herannya, ni motor masih hidup sampai sekarang.
Ketika aku masih kuliah di Jakarta, kami sering naik motor ini untuk kulakan dan jualan komputer. Pernah aku membantu Fredy kulakan di Orion Mangdu, pulang membawa beberapa PC naik motor ini. Kami juga menggunakannya ketika pergi ke Bekasi (dari Salemba) membawa satu set PC beserta monitornya untuk dijual dan dipasang di rumah pelanggannya Fredy. Benar-benar masa-masa penuh penderitaan, membawa PC dan monitor beserta perangkatnya naik motor kecil begitu hehehe .. tapi seru sekali ketika kami mengingat perjuangan waktu itu.
Motor itu juga yang digunakan oleh Fredy untuk mengajari aku mengendarai motor. Setelah lancar, Fredy membelikan aku sebuah motor bekas lainnya :D Motor yang aku suka, tapi sayang tidak bisa berumur panjang karena kami menggunakannya untuk operasional di Tegal dan .. yah tau sendiri bagaimana karyawan menggunakan motor.
Selain dipanggil cemphe, suamiku memberikan nama lain untuk motor kesayangannya ini, yaitu BMW kepanjangan dari Bebek Merah Warnanya hahaha ..
Motor yang penuh kenangan ini, rencananya tidak akan dijual karena muatan kenangannya itu. Entah sampai kapan blio akan bertahan. Mungkin nantinya bisa digunakan oleh Isaac untuk belajar mengendarai motor juga hehehe ..
Saturday, July 25, 2009
Update Lagi
Wew .. udah lama banget sejak posting terakhirku :D Entah kenapa, hasrat menulis tau-tau lenyap seiring datangnya kesibukan yang bertubi-tubi. Dan akhir-akhir ini, pesbuk rasanya lebih asik ketimbang ngeblog :D
Banyak hal yang terjadi dalam empat bulan ini, sebetulnya aku sering merasa perlu merekamnya, tapi rasa malas lebih besar ketimbang keinginan itu hehehe ..
Ada kesukaanku pada tanaman, sampe kalo liat tanaman di pinggir jalan, yang biasanya biasa-biasa aja, tiba-tiba aku bisa punya pandangan lain yang akhirnya menjadikan tanaman itu jadi istimewa. Aku juga semakin suka pada ikan sejak kolam ikanku jadi.
Suamiku juga rupanya ngedukung banget kegiatan rumahku ini. Tentu saja, karna aku sibuk di kantor, aku lebih banyak nitip ke pembantu untuk perawatan mereka. Paling Sabtu Minggu, sama kalo pas ngantor di rumah aja aku urusin mereka sendiri.
Temen-temen masa kecilku juga semakin banyak ngumpul di pesbuk. Bikin acara pesbukan jadi semakin menarik. Game-game di pesbuk adalah kesibukanku yang lain ketika sudah sampai rumah. Aku sih berharap pesbuk gak akan lama-lama menggerogoti waktuku hehehe ..
Kesibukan yang lain adalah nonton "The Nanny" setiap pukul 11-12 malam. Ouwya, aku juga baru ngeborong pilem-pilem dari Glodok. PRku yang lain :D.
Benar-benar jadi pemalas akhir-akhir ini ..
Banyak hal yang terjadi dalam empat bulan ini, sebetulnya aku sering merasa perlu merekamnya, tapi rasa malas lebih besar ketimbang keinginan itu hehehe ..
Ada kesukaanku pada tanaman, sampe kalo liat tanaman di pinggir jalan, yang biasanya biasa-biasa aja, tiba-tiba aku bisa punya pandangan lain yang akhirnya menjadikan tanaman itu jadi istimewa. Aku juga semakin suka pada ikan sejak kolam ikanku jadi.
Suamiku juga rupanya ngedukung banget kegiatan rumahku ini. Tentu saja, karna aku sibuk di kantor, aku lebih banyak nitip ke pembantu untuk perawatan mereka. Paling Sabtu Minggu, sama kalo pas ngantor di rumah aja aku urusin mereka sendiri.
Temen-temen masa kecilku juga semakin banyak ngumpul di pesbuk. Bikin acara pesbukan jadi semakin menarik. Game-game di pesbuk adalah kesibukanku yang lain ketika sudah sampai rumah. Aku sih berharap pesbuk gak akan lama-lama menggerogoti waktuku hehehe ..
Kesibukan yang lain adalah nonton "The Nanny" setiap pukul 11-12 malam. Ouwya, aku juga baru ngeborong pilem-pilem dari Glodok. PRku yang lain :D.
Benar-benar jadi pemalas akhir-akhir ini ..
Sunday, March 22, 2009
Isaac Putus Cinta?
Ceritanya, anak lanangku lagi mengidolakan mbaknya Milen.
Emang sih, mbaknya Milen paling pinter mengambil hati anak di antara teman-temannya. Selain itu juga paling ayu. Makanya Isaac suka hehehe ..
Selain suka sama mbaknya Milen, Isaac juga sebel banget sama mbak yang, karena ketidakmampuannya mengambil hati anak-anakku, aku kasih tugas bersih-bersih rumah sama masak. Menurut Isaac, mbak yang bersih-bersih ini nakal dan membahayakan mbaknya Milen. So Isaac berlagak jadi pahlawan yang siap membela mbaknya Milen dari serangan mbak satunya. Waduh-waduuuh..
Nah, rupanya anakku ini kalo udah seneng sama seseorang, dia jadi posesif. Ke manapun mbaknya Milen pergi, diikutiiiiiin terus. Kayak orang pacaran aja. Bahkan, ketika si mbak ini lagi beresin baju-bajunya Milen di lemari, Isaac duduk di sebelahnya.
Efek positifnya, Isaac jadi mau makan karena yang nyuapin mbaknya Milen. Pokoknya apapun yang disuruh oleh mbaknya Milen, Isaac nurut deh.
Efek negatifnya, tingkahnya yang posesif itu lama-lama menyebalkan juga buat aku dan suamiku. Apalagi Isaac sampe meluk-meluk si mbak. Puncaknya, kemarin malam, Isaac tidur aja sampe dikeloni di kasur, sampe akhirnya si Mbak bobo-an di kasurnya Isaac.
Sejujurnya aku gak suka, masalahnya Isaac kan anak lanang. Kalau dia main sama teknisi-teknisi di kantor, nginep di kantor, bobo sama supirku, aku malah gak papa. Tapi kalo sampe minta dikeloni mbak di kasur, aku rasa itu gak boleh dibiarkan. Takutnya jadi kebiasaan sampe gede nanti. Sebagai seorang ibu, aku ngerasa engga sreg aja anak lanangku itu dikeloni tidurnya. Wong dia sudah bisa tidur sendiri koq dan cukup mandiri orangnya. Selain itu, aku juga gak mau kasih pembantu tidur bareng anak-anakku di kamar mereka, meskipun judulnya cuma "ngelonin" abis itu mereka pindah kamar.
Mami dan Tanteku sih, takutnya kalau nanti mbaknya keluar dari tempatku karena dia emang udah dilamar, dalam waktu dekat pasti bakal diajak nikah lah. Ntar Isaacnya bisa katut sama dia. Aku sih gak takut itu. Aku sendiri udah ngerasain gimana posesifnya Isaac terhadap aku dulu. Dan sampai sekarang, aku masih jadi orang yang dihormati sama dia, dia masih nempel sama aku juga walaupun cewe-cewe (misalnya Mbak Tur, Tante Devy, Mak Kurus, I'ie Ellen) datang silih berganti dalam hidupnya. Cieeeehh .. Apaan sih? :-)) Jadi aku rasa, kedekatan Isaac sama mbaknya Milen hanya pelampiasan karena akhir-akhir ini aku memang super sibuk dan jarang di rumah.
Akhirnya aku berencana, mulai Senin nanti, akan membawa Isaac ngantor, supaya engga ada kesempatan bareng terus sama mbaknya Milen dan engga marahin mbak yang bersih-bersih terus.
Taunya, malam ini, Isaac turun dari lantai atas, dari kamar pembantu, sambil marah-marah. "Aku gak mau sama Mbak Novi lagi," serunya.
Ouw .. ada apa nih? Dia bilang mbaknya Milen itu nakal, dia gak mau main lagi sama mbaknya Milen itu. Trus dia nonton tipi sendirian di ruang keluarga. Aku ajakin masuk ke kamar karna bonyok dan tanteku lagi ngumpul di kamarku lagi nonton siletron dan mainin Milen, eh dia gak mau. Katanya mau sendirian aja.
Glek! Kenapa persis banget dengan keadaan ketika aku lagi putus cinta? Pinginnya sendirian hahaha ..
Uuh .. kasihan deh Isaac. Tapi aku rasa, mungkin lebih baik menghargai keinginannya untuk sendirian aja.
Di kamar, kami semua tergelak. Isaac putus cinta, lagi patah hati, dia maunya sendirian aja.
Tapi akhirnya Tante dan Bokap keluar juga dari kamarku dan menghibur Isaac. Malam ini dia bobo di kamarku. Sebetulnya ini juga pantangan, takut jadi kebiasaan, trus maunya tidur sama aku terus, tapi karena malam ini dia lagi patah hati, ya sudah lah. Aku rasa bojoku bisa mengerti hehehe ..
Malam ini aja koq.
Rencanaku ngebawa Isaac ngantor akan tetap berjalan. Malam ini aja, dalam obrolan mau tidur kami, dia balik lagi bilang bahwa mbaknya Milen itu baik. Itu artinya, bisa aja setelah bangun tidur, dia akan baikan lagi sama mbaknya Milen hahaha ..
Memang aku gak mengharapkan dia musuhin mbak-mbak di rumah sih, tapi aku berharap dengan rasa kecewanya malam ini, dia gak akan terlalu dekat lagi dengan mbak-mbak di rumah. Bagaimanapun, aku gak biasa dengan anak laki-laki yang terlalu akrab dengan pembantu cewe. Dan terus terang aku risih ngeliat anakku kayak gitu, tapi bingung juga gimana ngebilanginnya. Bukankah semakin dilarang, orang biasanya semakin menjadi-jadi? Apalagi Isaac, kalau dilarang malah kayak disuruh aja.
Paling aku bilangin mbaknya supaya jangan ngeladenin maunya Isaac, sehingga Isaacnya mengidolakan dia terus.
Huh! Anak-anak ..
Emang sih, mbaknya Milen paling pinter mengambil hati anak di antara teman-temannya. Selain itu juga paling ayu. Makanya Isaac suka hehehe ..
Selain suka sama mbaknya Milen, Isaac juga sebel banget sama mbak yang, karena ketidakmampuannya mengambil hati anak-anakku, aku kasih tugas bersih-bersih rumah sama masak. Menurut Isaac, mbak yang bersih-bersih ini nakal dan membahayakan mbaknya Milen. So Isaac berlagak jadi pahlawan yang siap membela mbaknya Milen dari serangan mbak satunya. Waduh-waduuuh..
Nah, rupanya anakku ini kalo udah seneng sama seseorang, dia jadi posesif. Ke manapun mbaknya Milen pergi, diikutiiiiiin terus. Kayak orang pacaran aja. Bahkan, ketika si mbak ini lagi beresin baju-bajunya Milen di lemari, Isaac duduk di sebelahnya.
Efek positifnya, Isaac jadi mau makan karena yang nyuapin mbaknya Milen. Pokoknya apapun yang disuruh oleh mbaknya Milen, Isaac nurut deh.
Efek negatifnya, tingkahnya yang posesif itu lama-lama menyebalkan juga buat aku dan suamiku. Apalagi Isaac sampe meluk-meluk si mbak. Puncaknya, kemarin malam, Isaac tidur aja sampe dikeloni di kasur, sampe akhirnya si Mbak bobo-an di kasurnya Isaac.
Sejujurnya aku gak suka, masalahnya Isaac kan anak lanang. Kalau dia main sama teknisi-teknisi di kantor, nginep di kantor, bobo sama supirku, aku malah gak papa. Tapi kalo sampe minta dikeloni mbak di kasur, aku rasa itu gak boleh dibiarkan. Takutnya jadi kebiasaan sampe gede nanti. Sebagai seorang ibu, aku ngerasa engga sreg aja anak lanangku itu dikeloni tidurnya. Wong dia sudah bisa tidur sendiri koq dan cukup mandiri orangnya. Selain itu, aku juga gak mau kasih pembantu tidur bareng anak-anakku di kamar mereka, meskipun judulnya cuma "ngelonin" abis itu mereka pindah kamar.
Mami dan Tanteku sih, takutnya kalau nanti mbaknya keluar dari tempatku karena dia emang udah dilamar, dalam waktu dekat pasti bakal diajak nikah lah. Ntar Isaacnya bisa katut sama dia. Aku sih gak takut itu. Aku sendiri udah ngerasain gimana posesifnya Isaac terhadap aku dulu. Dan sampai sekarang, aku masih jadi orang yang dihormati sama dia, dia masih nempel sama aku juga walaupun cewe-cewe (misalnya Mbak Tur, Tante Devy, Mak Kurus, I'ie Ellen) datang silih berganti dalam hidupnya. Cieeeehh .. Apaan sih? :-)) Jadi aku rasa, kedekatan Isaac sama mbaknya Milen hanya pelampiasan karena akhir-akhir ini aku memang super sibuk dan jarang di rumah.
Akhirnya aku berencana, mulai Senin nanti, akan membawa Isaac ngantor, supaya engga ada kesempatan bareng terus sama mbaknya Milen dan engga marahin mbak yang bersih-bersih terus.
Taunya, malam ini, Isaac turun dari lantai atas, dari kamar pembantu, sambil marah-marah. "Aku gak mau sama Mbak Novi lagi," serunya.
Ouw .. ada apa nih? Dia bilang mbaknya Milen itu nakal, dia gak mau main lagi sama mbaknya Milen itu. Trus dia nonton tipi sendirian di ruang keluarga. Aku ajakin masuk ke kamar karna bonyok dan tanteku lagi ngumpul di kamarku lagi nonton siletron dan mainin Milen, eh dia gak mau. Katanya mau sendirian aja.
Glek! Kenapa persis banget dengan keadaan ketika aku lagi putus cinta? Pinginnya sendirian hahaha ..
Uuh .. kasihan deh Isaac. Tapi aku rasa, mungkin lebih baik menghargai keinginannya untuk sendirian aja.
Di kamar, kami semua tergelak. Isaac putus cinta, lagi patah hati, dia maunya sendirian aja.
Tapi akhirnya Tante dan Bokap keluar juga dari kamarku dan menghibur Isaac. Malam ini dia bobo di kamarku. Sebetulnya ini juga pantangan, takut jadi kebiasaan, trus maunya tidur sama aku terus, tapi karena malam ini dia lagi patah hati, ya sudah lah. Aku rasa bojoku bisa mengerti hehehe ..
Malam ini aja koq.
Rencanaku ngebawa Isaac ngantor akan tetap berjalan. Malam ini aja, dalam obrolan mau tidur kami, dia balik lagi bilang bahwa mbaknya Milen itu baik. Itu artinya, bisa aja setelah bangun tidur, dia akan baikan lagi sama mbaknya Milen hahaha ..
Memang aku gak mengharapkan dia musuhin mbak-mbak di rumah sih, tapi aku berharap dengan rasa kecewanya malam ini, dia gak akan terlalu dekat lagi dengan mbak-mbak di rumah. Bagaimanapun, aku gak biasa dengan anak laki-laki yang terlalu akrab dengan pembantu cewe. Dan terus terang aku risih ngeliat anakku kayak gitu, tapi bingung juga gimana ngebilanginnya. Bukankah semakin dilarang, orang biasanya semakin menjadi-jadi? Apalagi Isaac, kalau dilarang malah kayak disuruh aja.
Paling aku bilangin mbaknya supaya jangan ngeladenin maunya Isaac, sehingga Isaacnya mengidolakan dia terus.
Huh! Anak-anak ..
Saturday, March 21, 2009
Pembalut Reusable
Lega acara pindah-pindahnya udah selesai, tinggal masalah korden aja sih, sama nunggu tukangnya selesai'in kolam ikan.
Beberapa bulan yang lalu, aku beli reusable feminine hygiene lewat seorang teman yang berangkat ke Amrik. Kebetulan dia juga ngimport untuk dijual di Indonesia. Nah, baru 2 hari ini aku akhirnya punya kesempatan untuk menjajalnya. Karena beberapa bulan setelah melahirkan Milen, aku belum benar-benar datang bulan karna menyusui Milen. Akhir-akhir ini, aku jadi jarang mompa ASI karena kesibukanku gak brenti-brenti. Mungkin itu sebabnya sekarang aku datang bulan secara normal seperti sebelum hamil lagi.
Ternyata walaupun bahannya kain handuk, gak pake gel, reusable feminine hygiene-nya bener-bener handal. Rasanya gak ada bedanya dengan pembalut biasa yang sekali pake.
Sedikit repot di bagian akhir karena harus nyuci bersih pembalut itu, setelah dipakai. Tapi itu bisa dilakukan sambil mandi, jadi bisa menghemat air :D. Abis dicuci pakai tangan, aku baru masukin ke mesin cuci bersama cucian lainnya. Rupanya kain handuknya, gampang banget dibersihin. Keluar dari mesin cuci, ntu pembalut udah bersih sih seperti baru lagi.
Dan yang paling penting, satu kali aku pakai pembalut reusable itu, berarti aku sudah mengurangi sampah 1 pembalut sekali pakai hehehe .. Sumbangsih yang kecil banget deh.
Aku lupa merek yang aku pakai, kalo gak salah Knickermamapads dan Mommy Touch.
Kalo diinget-inget gimana aku bisa ketemu dengan produk-produk kayak gini, rasanya lucu juga. Waktu itu aku lagi googling reusable diaper meskipun aku belum tau ternyata reusable diaper itu udah banyak juga di luar negeri. Tentu saja, mereka mikirin untuk mengurangi sampah karna sampah diaper kan memang susah membusuk. Setelah aku beli beberapa reusable diaper untuk Milen, aku iseng-iseng mikir, "Mungkin gak yah, ada pembalut wanita yang reusable juga?"
Soalnya waktu itu lagi gencar-gencarnya iklan pembalut yang mengklaim dirinya terbuat dari kapas asli, tidak mengandung pemutih. Trus pembalut yang beredar sekarang dianggap tidak aman karena mengandung pemutih sehingga bisa menyebabkan kanker.
Ngeri juga kan dengernya? Sementara pembalut yang mengklaim dirinya terbuat dari kapas asli itu lumayan mahal juga paket awalnya. Jadi aku sempet berpikir, mungkin gak ya kita bikin pembalut sendiri yang bisa dicuci, yang tradisional aja, kayaknya lebih aman disamping murah dan ramah lingkungan.
Ketika aku googling, ternyata buanyak juga pembalut reusable. Sayangnya masih baru di Amerika dan Eropa yang memproduksi dan menjual barang tersebut. Negara-negara di Asia kayaknya jarang banget, kalaupun ada mereka ya import juga dari sono.
Jadi sekarang aku mulai pakai pembalut reusable kalau datang bulan. Kecuali pergi-pergi ke luar kota, karna bisa ribet urusan cuci-mencucinya :D. Itung-itung, membantu mengurangi sampah. Meskipun tanpa bisa dicegah, (aku percaya) dunia emang bakal kiamat juga. Global warming mungkin hanya salah satu cara alami untuk menuju kiamat :D
Beberapa bulan yang lalu, aku beli reusable feminine hygiene lewat seorang teman yang berangkat ke Amrik. Kebetulan dia juga ngimport untuk dijual di Indonesia. Nah, baru 2 hari ini aku akhirnya punya kesempatan untuk menjajalnya. Karena beberapa bulan setelah melahirkan Milen, aku belum benar-benar datang bulan karna menyusui Milen. Akhir-akhir ini, aku jadi jarang mompa ASI karena kesibukanku gak brenti-brenti. Mungkin itu sebabnya sekarang aku datang bulan secara normal seperti sebelum hamil lagi.
Ternyata walaupun bahannya kain handuk, gak pake gel, reusable feminine hygiene-nya bener-bener handal. Rasanya gak ada bedanya dengan pembalut biasa yang sekali pake.
Sedikit repot di bagian akhir karena harus nyuci bersih pembalut itu, setelah dipakai. Tapi itu bisa dilakukan sambil mandi, jadi bisa menghemat air :D. Abis dicuci pakai tangan, aku baru masukin ke mesin cuci bersama cucian lainnya. Rupanya kain handuknya, gampang banget dibersihin. Keluar dari mesin cuci, ntu pembalut udah bersih sih seperti baru lagi.
Dan yang paling penting, satu kali aku pakai pembalut reusable itu, berarti aku sudah mengurangi sampah 1 pembalut sekali pakai hehehe .. Sumbangsih yang kecil banget deh.
Aku lupa merek yang aku pakai, kalo gak salah Knickermamapads dan Mommy Touch.
Kalo diinget-inget gimana aku bisa ketemu dengan produk-produk kayak gini, rasanya lucu juga. Waktu itu aku lagi googling reusable diaper meskipun aku belum tau ternyata reusable diaper itu udah banyak juga di luar negeri. Tentu saja, mereka mikirin untuk mengurangi sampah karna sampah diaper kan memang susah membusuk. Setelah aku beli beberapa reusable diaper untuk Milen, aku iseng-iseng mikir, "Mungkin gak yah, ada pembalut wanita yang reusable juga?"
Soalnya waktu itu lagi gencar-gencarnya iklan pembalut yang mengklaim dirinya terbuat dari kapas asli, tidak mengandung pemutih. Trus pembalut yang beredar sekarang dianggap tidak aman karena mengandung pemutih sehingga bisa menyebabkan kanker.
Ngeri juga kan dengernya? Sementara pembalut yang mengklaim dirinya terbuat dari kapas asli itu lumayan mahal juga paket awalnya. Jadi aku sempet berpikir, mungkin gak ya kita bikin pembalut sendiri yang bisa dicuci, yang tradisional aja, kayaknya lebih aman disamping murah dan ramah lingkungan.
Ketika aku googling, ternyata buanyak juga pembalut reusable. Sayangnya masih baru di Amerika dan Eropa yang memproduksi dan menjual barang tersebut. Negara-negara di Asia kayaknya jarang banget, kalaupun ada mereka ya import juga dari sono.
Jadi sekarang aku mulai pakai pembalut reusable kalau datang bulan. Kecuali pergi-pergi ke luar kota, karna bisa ribet urusan cuci-mencucinya :D. Itung-itung, membantu mengurangi sampah. Meskipun tanpa bisa dicegah, (aku percaya) dunia emang bakal kiamat juga. Global warming mungkin hanya salah satu cara alami untuk menuju kiamat :D
Subscribe to:
Posts (Atom)




















