Saturday, March 21, 2009

Pembalut Reusable

Lega acara pindah-pindahnya udah selesai, tinggal masalah korden aja sih, sama nunggu tukangnya selesai'in kolam ikan.

Beberapa bulan yang lalu, aku beli reusable feminine hygiene lewat seorang teman yang berangkat ke Amrik. Kebetulan dia juga ngimport untuk dijual di Indonesia. Nah, baru 2 hari ini aku akhirnya punya kesempatan untuk menjajalnya. Karena beberapa bulan setelah melahirkan Milen, aku belum benar-benar datang bulan karna menyusui Milen. Akhir-akhir ini, aku jadi jarang mompa ASI karena kesibukanku gak brenti-brenti. Mungkin itu sebabnya sekarang aku datang bulan secara normal seperti sebelum hamil lagi.

Ternyata walaupun bahannya kain handuk, gak pake gel, reusable feminine hygiene-nya bener-bener handal. Rasanya gak ada bedanya dengan pembalut biasa yang sekali pake.

Sedikit repot di bagian akhir karena harus nyuci bersih pembalut itu, setelah dipakai. Tapi itu bisa dilakukan sambil mandi, jadi bisa menghemat air :D. Abis dicuci pakai tangan, aku baru masukin ke mesin cuci bersama cucian lainnya. Rupanya kain handuknya, gampang banget dibersihin. Keluar dari mesin cuci, ntu pembalut udah bersih sih seperti baru lagi.
Dan yang paling penting, satu kali aku pakai pembalut reusable itu, berarti aku sudah mengurangi sampah 1 pembalut sekali pakai hehehe .. Sumbangsih yang kecil banget deh.

Aku lupa merek yang aku pakai, kalo gak salah Knickermamapads dan Mommy Touch.

Kalo diinget-inget gimana aku bisa ketemu dengan produk-produk kayak gini, rasanya lucu juga. Waktu itu aku lagi googling reusable diaper meskipun aku belum tau ternyata reusable diaper itu udah banyak juga di luar negeri. Tentu saja, mereka mikirin untuk mengurangi sampah karna sampah diaper kan memang susah membusuk. Setelah aku beli beberapa reusable diaper untuk Milen, aku iseng-iseng mikir, "Mungkin gak yah, ada pembalut wanita yang reusable juga?"
Soalnya waktu itu lagi gencar-gencarnya iklan pembalut yang mengklaim dirinya terbuat dari kapas asli, tidak mengandung pemutih. Trus pembalut yang beredar sekarang dianggap tidak aman karena mengandung pemutih sehingga bisa menyebabkan kanker.

Ngeri juga kan dengernya? Sementara pembalut yang mengklaim dirinya terbuat dari kapas asli itu lumayan mahal juga paket awalnya. Jadi aku sempet berpikir, mungkin gak ya kita bikin pembalut sendiri yang bisa dicuci, yang tradisional aja, kayaknya lebih aman disamping murah dan ramah lingkungan.

Ketika aku googling, ternyata buanyak juga pembalut reusable. Sayangnya masih baru di Amerika dan Eropa yang memproduksi dan menjual barang tersebut. Negara-negara di Asia kayaknya jarang banget, kalaupun ada mereka ya import juga dari sono.

Jadi sekarang aku mulai pakai pembalut reusable kalau datang bulan. Kecuali pergi-pergi ke luar kota, karna bisa ribet urusan cuci-mencucinya :D. Itung-itung, membantu mengurangi sampah. Meskipun tanpa bisa dicegah, (aku percaya) dunia emang bakal kiamat juga. Global warming mungkin hanya salah satu cara alami untuk menuju kiamat :D

0 komentar: