Sore tadi kami sekeluarga ke Glodok, biasa .. kunjungan rutin .. belanja dvd bajakan :D.
Malam ini, karena suamiku pergi meeting, aku berencana akan nonton pilem yang suamiku udah jelas males nonton, horor :D. Entah kenapa aku suka penasaran pingin nonton pilem horor meskipun aku sebenarnya penakut hehehe ..
Aku sengaja menunggu anak-anak tidur untuk mulai nonton, soalnya kalau Isaac atau Grace ikutan nonton, mereka nanti pasti jadi penakut, berimajinasi yang engga-engga.
Pilem pertama yang aku tonton adalah "Orphan". Yang ini boleh ditertawakan, bagaimana aku memutuskan untuk menyalakan mesin cuci lebih dulu, menyiapkan air minum di sebelah tempat tidur dan merestart wi-fi supaya gak ngehang, supaya kalau pas pilemnya udah main dan ternyata aku jadi penakut, aku gak perlu keluar-keluar kamar lagi untuk sekedar ngerestart wi-fi atau bahkan ambil minum karna haus hihihi ..
Karna dari sampulnya aja udah ngeri, aku sebenarnya lumayan ngeri juga mau nonton pilem ini. Apalagi suamiku bilang, menurut stafnya dia ni pilem lebih ngeri (atau menegangkan ya?) dari pada Drag Me To Hell. Jadi untuk mengantisipasi rasa takut yang mungkin nanti muncul gara-gara nonton pilem ini, aku baca-baca dulu di internet tentang pilem ini. Abis tu aku baru nonton pilemnya.
Cerita Orphan ini ternyata bukan cerita tentang setan atau makhluk halus lainnya, tapi tentang manusia biasa. Yang GILA!!!
Ceritanya, seorang ibu yang kehilangan anaknya karena meninggal di dalam kandungan, ingin mengadopsi seorang anak lagi. Sebenarnya dia dan suaminya sudah punya 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Lalu ketika mereka mengunjungi panti asuhan, mereka bertemu dengan Esther, seorang anak perempuan yang pandai melukis.
Ternyata Esther ini bisa melakukan kejahatan demi kejahatan, tidak seperti anak-anak pada umumnya. Dia juga pandai menyembunyikan kejahatannya, dan menimbulkan perpecahan pada keluarga yang mengadopsinya. Ternyata, Esther bukanlah anak kecil berumur 9 tahun, tapi seorang wanita penderita penyakit kekurangan hormon pertumbuhan (kalo gak salah namanya hipopituitari) sehingga dia terus menjadi anak kecil meskipun sebenarnya sudah berusia 33 tahun. Dia melarikan diri dari RSJ dan memalsukan identitasnya.
Aku jadi urung dengan keinginanku mengadopsi anak hahaha .. Susah juga ternyata kalau mengadopsi anak yang kita tidak tahu asal-usulnya dengan jelas.
0 komentar:
Post a Comment