Saturday, February 27, 2010

Belajar Rapi dari Sang Semrawut :)

Suatu hari aku membantu suamiku mengemasi barang-barangnya. Aku tahu suamiku selalu membawa laptop kecilnya di dalam tas slempang kecilnya itu, jadi aku pun bermaksud memasukkan laptop tersebut ke dalam tas itu, beserta kabel powernya, ditambah barang-barang lain yang selalu dibawanya.

Anehnya, ketika semua sudah masuk, aku tidak bisa memasukkan kabel power si leptop ke dalam tas tersebut. Sudah tidak ada tempat, menurutku. Ketika suamiku siap untuk berangkat kerja, aku membawakan tasnya dan bilang, "Kayaknya kamu selalu bawa laptop beserta kabel powernya, tapi aku koq tidak menemukan tempat kosong untuk kabel power ini ya?"

Lalu suamiku mengeluarkan beberapa barang dari tas tersebut, memasukkan kabel power laptopnya dan memasukkan barang-barang yang lain yang ternyata sudah ada urutan masuknya sendiri. Hahaha .. aku geli melihatnya. Suamiku yang sering dituduh orang-orang sebagai orang yang semrawut dan berantakan itu ternyata bisa mengatur barang-barang bawaannya dalam tas kecil secara ajaib. Duh .. makin cinta aja aku :)

Tapi dari situ aku akhirnya menyadari, ternyata caraku memasukkan barang-barang tersebut cukup memboroskan tempat. Aku membuat beberapa ruang kosong dan kemudian mengira tidak ada tempat lagi. Padahal kalau mau mengakali, mengatur letak barang-barang supaya rapih, lebih banyak yang bisa masuk. Selama ini aku gonta-ganti tas dan mencari tas yang bisa memuat "kantor berjalan"ku, tapi sepertinya tidak pernah ada tas yang tidak terlalu besar tapi mampu menampung barang-barangku dengan baik. Tas yang sangat besar membuat barang-barang jadi berantakan.

Siapa sangka, suamiku yang sering dapat cap "semrawut" dari orang-orang di dekatnya itu, ternyata yang malah mengajariku merapikan barang-barang dalam tas hihihi ..


1 komentar:

olsy said...

Gue sering uring2an kalo ada orang yang mau ngerapiin barang-barang gue yang menurut mereka berantakan. Padahal gue punya cara sendiri membuat segala yang terlihat berantakan itu, gampang diambil :))
Kekacauan gue cuman satu, suka lupa kalo sesuatu yang gue anggap sampah, ternyata amplop berisi honor kerjaan... :(