Komunikasi ternyata penting banget (udah tau!) hehehe ..
Akhir-akhir ini aku sering ikut bosku meeting. Pertama, karena setelah meeting seringkali bosku puyeng keleyengan tapi tidak bisa menyampaikan padaku apa yang bikin dia puyeng, mana tau aku bisa bantu. Kedua, ada hal-hal yang detail yang memang bukan keahlian bosku sehingga harus aku yang maju :). Ketiga, aku perlu belajar bernegosiasi juga hehehe ..
Setelah beberapa kali ikut meeting, aku malah semakin tidak mengerti apa sebenarnya yang bikin bosku itu puyeng. Karena sebenarnya semua masalah bisa diselesaikan, asalkan mau ngomong jujur dan terbuka apa adanya.
Kalau semua ngomong jujur, ternyata enak juga. Si pembicara jadi terlepas bebannya karena isi hatinya sudah disampaikan, yang dengerin juga jadi tau, ni orang maunya apa, jadi bisa menimbang apakah keinginan si pembicara bisa dipenuhi atau tidak.
Tapi sering kali tidak semua orang mau mengkomunikasikan isi hatinya dengan gamblang supaya dimengerti oleh orang lain. Sebagian besar karena gengsi. Ini juga yang sering bikin rumah tangga berantakan gak karuan, terutama rutang muda, karena gengsinya masih gedhe.
Aku jadi inget kekonyolan yang aku lakukan di awal pernikahanku, berharap suamiku dengan sendirinya tau kalau aku pingin ini dan itu dan memenuhi keinginanku. Harusnya aku menikahi paranormal dan bukannya pedagang kalau punya harapan seperti itu :)). Benar-benar salah rekrut karena tidak sesuai dengan harapan hahaha ..
Tentu saja, komunikasi yang bisa berjalan sukses adalah komunikasi yang "dewasa". Tau kan bagaimana orang dewasa berkomunikasi? Tenang, tapi berusaha menyelidiki sampai ke dalam-dalamnya, berusaha memahami lawan bicaranya. Beda sama anak kecil yang impulsif dan cepet banget merespon (kecuali si anak lagi ada masalah :D).
Selalu dibutuhkan 2 orang atau 2 pihak yang bebal untuk menimbulkan suatu masalah. Kalau yang satu bebal yang satu bijak, si bijak tidak akan menanggapi si bebal sehingga tidak akan timbul masalah (pertengkaran). Kalau dua-duanya bijak, lebih susah lagi untuk timbul masalah. Tapi kalau dua-duanya bebal, ketemu .. baru ngomong 5 menit aja mungkin udah langsung meledak :D.
Orang mungkin bisa saja salah paham terhadap orang lain, tapi yang penting adalah jangan menyimpulkan apapun sebelum mendapat konfirmasi langsung dari yang bersangkutan. Sebab pandangan kita, pendengaran kita yang tidak langsung, dan media-media komunikasi yang tidak menggunakan tatap muka sering bisa menipu kita.
Contoh : e-mail bisa saja dihack orang kemudian orang tersebut mengirimkan berita yang tidak benar ke salah satu daftar kontak yang tersimpan di e-mail tersebut.
Jika kita tidak menerima kabar, belum tentu tidak ada orang yang mengirimkan kabar tersebut, karena bisa saja karena kesalahan media, kabar tersebut tidak sampai kepada kita. Sementara kita yang menunggu kabar tersebut sudah menyimpulkan macam-macam.
Peralatan boleh canggih, tapi aku rasa, sampai kapanpun tatap muka dan komunikasi langsung masih tetap diperlukan. Ada bahasa tubuh, mimik muka dan nada suara yang hilang ketika kita berkomunikasi lewat media. Kita kan bukan robot.
Pelajaran ini juga yang membuat aku, walaupun sudah bete kedatengan dua pembokat tuek-tuek, hari ini, tetap memutuskan untuk mencoba mereka. Mudah-mudahan aku bisa mengkomunikasikan tugas-tugas mereka dengan baik dan mereka bisa bekerja sama denganku dan meringankan tugas rutangku.
Memang belum apa-apa, baru liat mereka aja udah gak bergairah menjalani hidup (walah .. walah ..), jangankan aku, bojoku aja yang kata orang lebih baik daripada aku langsung eneg (eneg karena "kenapa tidak ada pemandangan yang segar??" wakakaa ..) tapi yah .. akan aku coba. Aku toh tidak bisa selalu lari masalah, apalagi aku memang butuh pembantu.
Lagian, latihan kali ini mudah-mudahan akan membuat aku jadi ibu rutang yang semakin handal mengelola asisten-asistennya wakakaka ..
0 komentar:
Post a Comment