Sunday, August 22, 2010

Kirik

Yah.. Aku beli kirik (anak anjing) tanggal 17 Agustus 2010 kemarin. Entah dengan senang hati atau terpaksa ... kar'na suamiku yang nyeletuk pingin punya anjing di rumah karena kalau sedang main ke rumah orang lain yang ada anjingnya, Isaac tuh "ngimpleng" banget sama anjingnya.

Yah.. aku juga suka anjing sih, tapi ... aku ini bukan tipe pemelihara, aku ini tipe pemalas yang cuma suka mainnya aja :). Itu sebabnya sejak keluar dari rumah orang tuaku, aku tidak pernah berniat memelihara binatang apapun.

Ikan aku masih ok karena cenderung gampang dan tidak bikin kotor setiap hari.
Tapi anjing ... ??? Kedengarannya sama sekali bukan ide bagus, lebih-lebih di saat aku dan suamiku sedang mengerjakan project sampai Desember nanti dan kapasitas asisten rutangku masih belum memenuhi syarat seperti sekarang ini.
Aku sadar diri banget dengan kemalasanku dan kegemaranku ngumpet di kamar, bukan faktor pendukung yang bagus untuk ide "punya anjing di rumah".
1. Siapa yang akan memelihara anjing itu?
2. Menyiapkan makanannya setiap pagi, siang, sore?
3. Anjing biasanya tidak mau dikurung, dan kalau dikurung kasihan, mukanya memelas, kalau tidak dikurung, dia buang air di mana-mana. Siapa yang akan membersihkannya?
4. Apakah rak sepatu di depan rumah perlu dipindahkan mengingat anak anjing suka gigit-gigit apa aja?
5. Apakah kita beli anjing hanya untuk hiasan di luar rumah saja atau kita akan "membahagiakannya"? Menurutku, anjing suka diajak main, apakah kami akan menggeletakkannya begitu saja di teras rumah tanpa pernah diajak main? Di sisi lain, kalau diajak main, dia akan manja dan selalu ngikut ke mana pun kita pergi, termasuk pingin ngikut masuk rumah. Aku tidak mau anjing masuk ke rumah ... Oh.. ribetnyaaaa...
Sapa yang bikin ribet? Aku sendiri juga sih ... Kar'na standar kebersihanku berkombinasi dengan kemalasanku hehehe...

Beruntungnya suamiku punya istri yang selalu mendukung keinginan suaminya seperti aku ini hehehe... Meskipun aku menganggap itu bukan ide bagus, akupun selalu berpikir "tidak ada salahnya dicoba".

Akhirnya kami beli juga seekor anjing kecil, setelah kutemukan di internet tempat penjualan anak anjing yang menurutku cukup murah di Cengkareng.
Sebenarnya Milen yang menemukan :). Waktu aku lagi main game, dia tiba-tiba nyeletuk "ada guk-guk". Ternyata ada iklan jual anak anjing.

Sempat berbeda pendapat dengan Isaac tentang anjing mana yang akan kami beli karena suamiku ingin membeli anjing yang berbulu tebal, tapi Isaac pingin anjing yang berwarna hitam dan kebetulan bulunya tidak tebal. Tapi akhirnya ada juga anjing warna hitam dengan bulu agak tebal. Deal!

Malam pertama di kandang, si kirik yang kami beri nama standar banget ("Bleki") ini nangis terus pingin keluar dari kandang. Setiap ada orang dia kibas-kibaskan ekornya. Jadi ga tega ngeliatnya.
Mungkin butuh teman juga. Waktu dikeluarkan dari kandangnya dia tenang, aku yang ga tenang. "Pipis di mana ya? Pup di mana ya?" Hehehe...

Sempat terpikir untuk beli satu lagi supaya Si Bleki tidak sendirian. Tapi pinginnya yang jenis Siberian Huski. Nunggu deh ...

Terasku rumahku yang tidak seberapa luas itupun akhirnya jadi agak kotor dan kadang-kadang bau. Aku berharap kalau sering dimandikan tidak akan bau, tapi bagaimanapun, anjing tetap anjing, tidak akan berbau manusia :D.
Di lain pihak, harapan akan melihat anak-anak akan sering bermain dengan Si Bleki ternyata meleset. Padahal, aku bermaksud bagi tugas, biar mereka belajar memiliki peliharaan, jadi mereka saja yang mandikan Si Bleki, sekalian main air. Tapi rupanya mereka tetap saja lebih suka Playhouse daripada main dengan Bleki. Tapiiii... kalau kutanya, "Bagaimana kalau Si Bleki kita kembalikan saja ke penjualnya? Soalnya kayaknya kamu ga tertarik main sama Bleki." Si Isaac bakal menjawab, "Jangan!"

Suamiku juga kelihatan semakin semangat dengan Si Bleki di waktu senggangnya. Membelikan makanan anjing, kalung... dan ketika kuajukan proposal untuk mengembalikan si guk-guk ke penjualnya, dia bilang, "Kita coba dulu sebulan dua bulan ini".

Ouwh ... Mari kita lihat bersama-sama :D

Maaf, Si Bleki belum sempet aku foto yah, lupa dan lagi males. Lucu koq mukanya. Sebenarnya aku suka mukanya, sayang ga demen baunya.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

2 komentar:

O.L.S.Y. said...

Namanya kok Bleki doang, Mam? Mestinya ada nama panjangnya trus di ukir di kalungnya. Gue usul nama kumplitnya, Susilo Bleki Yono...

Lea said...

Engga ah, ntar saingan lagi sama elu :))