Thursday, September 23, 2010

Era Baru #2

Sebenarnya aku merencanakan tidur di kamar anak, bersama anak-anak, karena malam ini suamiku ada di Bandung. Tapi si Kenny Rogers membuat kesendirian ini semakin terasa sendu. Kalo urusan bermelo ria, mendingan di kamar sendiri ah hehehe ..

Benar-benar tersiksa malam-malam kalau sendirian tanpa suami, apalagi di tengah anak-anak. Entah kenapa, suasana hatiku jadi sangat sendu. Jadi males deh rasanya :(

Sepertinya sudah 2 minggu aku hidup tanpa ART dan melayani keluargaku. Dan seperti aku pernah bilang, kalau aku bisa hidup seminggu saja tanpa pembantu, maka aku benar-benar tidak membutuhkan pembantu. Dan sepertinya kondisi tanpa ART ini, meskipun kadang melelahkan, adalah kondisi yang lebih baik ketimbang dapat ART tapi tidak berkualitas. Cape dan mangkelnya bisa dua kali lipat.

Dan seperti pernah kubilang di posting sebelumnya, suamiku juga akhirnya OK dengan keadaan tanpa ART ini dan mendukung aku, meskipun sekarang tidak bisa banyak membantu hehehe ..

Tapi di awal lebaran kemarin, aku sebenarnya sudah pesan sama susternya temanku untuk dicarikan orang yang mau jadi ART di rumahku. Ga tanggung-tanggung, aku pesan 2 orang. Nah, karena setelah beberapa kali sms-an dengan si suster tentang gaji dan sebagainya, aku tidak mendapat kabar lagi, aku mengira si suster gagal mendapatkan orang untukku. Lagi pula aku akhirnya memang tidak berharap lagi.

Ternyata temanku bilang, susternya mau datang ke Jakarta tanggal 20, bawain mbak buat aku, 2 orang. "Wow!" pikirku. "Hebat sekali bisa dapat dua orang di saat banyak orang kesulitan mencari ART."
Di lain pihak, aku masih ingat keputusan tidak akan mencari ART dan mengurusi langsung urusan rumah dan anak-anak di samping masih tetap mengerjakan kantor juga.

Akhirnya aku ambil kedua ART itu, meskipun masih belum tahu pekerjaan apa yang akan aku berikan pada mereka. Karena masih gelap dengan kemampuan mereka, aku benar-benar tidak bisa membayangkan apapun. Aku hanya mengambil karena sudah terlanjur pesan. Aku hanya memikirkan ini, "Kenapa di saat aku rasanya tidak sanggup menghadapi kehidupan tanpa ART, aku rasanya sulit sekali mendapatkan ART, tapi di saat aku sudah melepaskan keinginanku untuk mengambil ART, aku malah mendapatkan mereka. Dua sekaligus!"

"Apakah setelah melihat aku pontang-panting sendirian mengurusi suami dan anak-anak, plus kantor juga, Tuhan jadi gak tega dan akhirnya memberi aku ART? Atau setelah melihat niatku dan suami untuk keluar dari kenyamanan dan memaksakan diri terlibat langsung dengan anak-anak, setannya jadi takut dan berusaha memberikan kenyamanan kembali? hehehe .."

"Kenapa harus mikir sejauh itu sih? Sampai melibatkan Tuhan dan setan segala?" pikiranku masih saja berdialog sendiri. Hehehe .. ya gak tau lah, setahuku, sehelai rambutku pun tidak akan jatuh kalau tidak atas seijin Tuhan, jadi aku hanya berkeyakinan Tuhan memang mengijinkan aku untuk punya ART, meskipun Dia tahu, kalau punya ART, aku akan cenderung tenggelam dalam kemalasan. Ujian lagi?

Tiba di rumah temanku, ternyata salah satu ART itu jutek banget mukanya. Ga ada senyum sama sekali. Yang satunya malah ramah sekali. Sepanjang perjalanan pulang, aku berpikir bagaimana caranya menyingkirkan Si Jutek tanpa membuat Si Ramah jadi ikutan tersingkir, karena mereka seperti bakul gemblong, maunya selalu berdua. Menurut Maminya temanku, waktu di rumah temanku, Si Ramah banyak membantu membersihkan rumah dan lainnya, tapi Si Jutek diam saja di kamar. Aku inginnya tidak usah mengambil Si Jutek, tapi takut kalau Si Ramah jadi keluar gara-gara itu juga.

Setelah tiba di rumahku, Si Ramah langsung cekatan membereskan rumahku yang sudah 2 minggu hanya dibersihkan ala kadarnya :) di bantu oleh Si Jutek. Apapun yang di lakukan Si Ramah, Si Jutek mengekor di belakangnya dan membantunya. Esoknya, aku pikir, lebih baik Si Ramah ku tinggal saja di rumah, dan aku ajak Si Jutek ke kantor untuk bantu menemani anak-anak selama aku bekerja atau meeting.
Pikirku, di kantorku juga ada banyak cowo dan orang-orang dari Jateng juga, jadi biar dia banyak temannya dan gak bosen.

Eh .. setelah sehari dua malam, keesokan harinya Si Ramah minta ijin bahwa mereka berdua akan keluar dari rumahku dan pekerjaannya karena tidak betah. Hah?! Bercanda?
Engga.
Tapi diam-diam aku tanyain lagi Si Ramah, dan akhirnya dia mengaku bahwa ternyata itu ulahnya Si Jutek. Dia tidak mau mengurusi anak-anakku karena masih kecil-kecil dan tidak bisa diam. Kerja di tempatku dia tidak bisa tidur siang karena sepanjang hari bersamaku. Wkwkwk .. Alasan yang benar-benar aneh. Dia ke Jakarta mau kerja atau mau pindah tidur?

Akhirnya aku bilang, "Ya sudah, kamu keluar dulu bareng Si Jutek ini, nanti kalau dia sudah pulang kampung, kamu balik lagi saja ke sini."

Akhirnya .. Si Jutek yang sejak awal memang tidak ingin aku pekerjakan, keluar dengan sendirinya tanpa aku perlu memikirkan bagaimana cara mengeliminasinya. Rupanya begitu gampang kehidupan mengeliminasi dia dari rumahku :)

Jadi .. tinggallah sekarang aku berdua dengan Si Ramah yang cekatan dan memang kelihatan pintar ini. Aku ingin kondisinya tetap begini saja, supaya aku tidak terlena lagi karena sudah ada yang mengurusi rumah dan anak-anak, SEMUANYA. Meskipun menurut Mamiku, lebih baik aku ambil satu orang lagi, supaya Si Ramah tidak kecapean karena mengerjakan semuanya sendirian. Tapi aku tanya Si Ramah, dia bilang dia masih sanggup. Ya sudah.

Mudah-mudahan ini memang kondisi terbaik, sepertinya aku memang perlu ART untuk seandainya aku harus keluar meeting, aku bisa menitipkan anak-anakku sebentar. Selain itu, melihat perkembangan selama ini, suamiku juga masih bengkak kakinya sejak 2 minggu yang lalu, sehingga tidak bisa membantu aku, kehadiran Ana, ART yang ramah ini, memang sangat membantu aku dalam "tim"ku :)

Jadi, aku berterima kasih pada Tuhan karena memberikan asisten saat ini, entah untuk berkelanjutan atau hanya sementara saja :) Kenikmatan .. kerepotan .. penderitaan .. kesenangan .. bagiku semuanya sama-sama menguji kita. Apakah kita akan bersyukur atau sombong (kalau senang) atau mengeluh (kalau sedih). Jadi kenapa tidak jalani saja dan mensyukuri apa yang terjadi?

O ya, ada satu keanehan yang lucu. Sejak lebaran sampai 2 hari yang lalu, aku merasa badanku begitu bertenaga dan segar. Mengerjakan semua pekerjaan rumah, aku tidak merasa cape, meskipun gak berhenti dari pagi sampai malam. Tapi begitu ada bantuan dari ART, badanku rasanya sekarang lemes banget. Bangun tidur, bukannya seger, malah pegel-pegel. Wkwkwkw .. Waaa .. tapi aku tetap berkeputusan gak boleh malas ah.

0 komentar: