Monday, March 7, 2011

Nikmat :)

Setelah diijinkan mencicipi punya asisten cukup pintar sejak lebaran kemarin, Bulan Februari kemarin, saya akhirnya bebas dari pembantu.

Kenapa lagi? Sepertinya hidup saya tidak pernah lepas dari masalah dengan pembantu?
Mungkin saya terlalu perfeksionis dalam menghadapi pembantu saya, tapi saya anggap, "tidak pakai pembantu" untuk saat ini adalah pilihan terbaik untuk saya.

Pertama, karena saya ini orang yang malas. Sekalinya saya merasa nyaman dengan pembantu, saya akan dengan senang hati bangun siang.
Kedua, meskipun malas, saya punya idealisme untuk memberikan perhatian terbaik pada anak-anak saya.

Kedua hal yang bertentangan itu .. hehehe .. akhirnya mendorong saya untuk tidak lagi menyerahkan urusan anak-anak kepada pembantu lagi.
Karena saya sadar akan kemalasan saya, maka saya berusaha untuk tidak memfasilitasi kemalasan saya tersebut.
Dan karena saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan suami, maka saya berusaha memberikan seluruh waktu saya untuk mereka tanpa menggunakan pemeran pengganti :)

Supaya suami saya tidak merasa khawatir dengan keputusan saya, saya merekrut adik dari supir saya yang kebetulan pernah bekerja di laundry untuk membantu saya dalam urusan cuci setrika baju dan bersih-bersih rumah. Setengah hari dia bekerja di rumah saya, dan setengah hari sisanya, beliau bekerja di kantor saya untuk pekerjaan yang sama.

Rumah jadi lebih lega karena tidak perlu menyediakan kamar untuk orang lain yang bukan anggota keluarga. Dan yah .. saya merasa lebih bebas memiliki apa saja dan menggunakan apa saja di rumah sendiri karena tidak perlu lagi berpikir, "Bagaimana kalau nanti pembantu saya ...?"

Rasanya .. ?

Sejujurnya cape luar binasa :D. Beberapa malam saya lewatkan tanpa ngobrol dengan suami seperti biasanya karena yang biasanya tidur ditemani suami, kali ini harus menemani anak-anak tidur. Dan karena kecapean, saya sering ketiduran di kamar anak. Bahkan ketika dibangunkan oleh suami untuk pindah kamar pun, saya pindah seringkali tanpa sadar, tahu-tahu ketika bangun pagi saya sudah di kamar saya sendiri.

Tapi sekarang mereka mulai saya ajar untuk tidur sendiri. Dan karena sepanjang hari saya sudah bersama mereka, saya jadi punya alasan untuk tidak menemani mereka tidur :)

Akibat lainnya, saya juga jadi agak kacau, terutama dalam hal konsentrasi bekerja. Karena mengurus mereka secara langsung, saya akhirnya membawa mereka ke kantor.
Tapi saya pikir, kami nantinya akan saling terbiasa dan bisa bersinergi satu sama lain. Saya harap demikian. Bukankah masalah akan membuat kita semakin trampil?
Untungnya, adik ipar saya orangnya baik dan sayang pada anak-anak saya. Di saat saya harus berkonsetrasi dengan pekerjaan, dia banyak membantu saya dengan anak-anak saya.

Hal lain yang saya masih belum terbiasa adalah .. menyiapkan makanan. Masalah ini membuat stres yang melebihi masalah keuangan perusahaan hahaha .. Memikirkan hari ini mau kasih makan apa ke anak-anak, benar-benar sangat memusingkan kepala, apalagi memikirkan apa yang akan disediakan untuk bapaknya. Ketika masih ada makhluk bernama pembantu di rumah saya, saya bahkan tidak pernah memikirkan hari ini mau makan apa. Tidak ada makanan pun saya tidak kelaparan. Tapi sekarang, kelaparan pun saya harus lebih dulu memikirkan apa yang akan dimakan oleh keluarga saya?

Sebenarnya bukan hanya menyiapkan makanan. Sebagai seorang ibu, sepertinya by default akan merasa bersalah ketika anaknya tidak gemuk alias kurus. Sementara, tidak mungkin bagi saya untuk selalu membuntuti anak-anak saya untuk menyuapkan makanan ke mulut mereka. Jadi saya hanya menyediakan makanan mereka di meja kecil dan berharap mereka mau menyantapnya tanpa harus dikejar-kejar seperti pencuri.

Hihihi .. tau ga sih? Bertambah banyaknya tugas yang harus saya lakukan, terkadang rasanya seperti suatu tekanan tersendiri bagi saya, sampai-sampai ketika suami atau orang tua saya ada di rumah, memanggil nama saya, hati saya langsung berdebar-debar dan tubuh saya langsung lemas, "Apa lagi nih yang kurang?"
Padahal belum tentu mereka akan menyuruh saya untuk ini itu lagi.

Tapi semua itu benar-benar mendatangkan kenikmatan tersendiri yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Kepuasan yang tidak ingin saya tukar dengan apapun. Rasa utuh memiliki keluarga saya dan kebahagiaan yang tidak dapat digantikan oleh keberadaan sepuluh dayang sekalipun. Meskipun keadaan tidak serapih dan sesempurna ketika ada pembantu, tapi saya benar-benar menikmatinya.

Terkadang saya berpikir, kenapa bukan dari dulu saya menjalani hidup begini?
Bagaimanapun, Tuhan punya waktuNya, yang terindah untuk setiap anak-anakNya.
Saya tidak berencana mencari pembantu atau menolak pembantu, saya hanya ingin menjalani hidup ini dengan mengalir saja apa adanya.

2 komentar:

O.L.S.Y. said...

"Sebagai seorang ibu, sepertinya by default akan merasa bersalah ketika anaknya tidak gemuk alias kurus."

Trus gimana dong nasib gue? hehehehehe...

Lea said...

nasib elu sama dengan nasib gue yang gak gemuk-gemuk ini hahaha ..