Monday, October 10, 2011

Sahabat dan Roti Gandum

Sejak beberapa bulan yang lalu, saya .. entah bagaimana caranya .. bertemu lagi dengan sahabat lama saya waktu SMU, Yennie Kurniawan.

Yennie ini suka masak. Dulu ketika SMU kami pernah membuat pizza mini bersama di rumahnya.

Beberapa hari yang lalu, sahabat saya ini mengikuti seminar tentang gaya hidup sehat yang membahas pola-pola hidup sehat, terutama masalah makanan.
Dan rupanya dia pembelajar yang sangat baik. Tidak mau biaya seminar terbuang sia-sia, dia mempraktekkan semua yang dia dapat di seminar tersebut, termasuk mengganti roti sarapannya dengan roti gandum.

Ketika saya ajak dia mengikuti camp Wanita Bijak di Serpong minggu lalu, dia membawakan saya roti gandum yang sudah diberi selai sarikaya. Awalnya saya enggan, karena saya sudah pernah mencoba makan roti gandum, tapi ternyata saya tidak menyukainya. Tapi karena dia sudah bersusah payah membawakan saya, saya berusaha menghabiskannya, walaupun .. benar-benar bersusah payah. Saya menghabiskannya sampai keesokan harinya :)) haha .. Sebenarnya itu karena selain roti gandum dia juga membawa banyak jajanan pasar untuk saya. Ini sebenarnya sahabat atau mami sih? :))

Ketika potongan ke ... berapa yah .., saya sudah mulai merasakan enaknya. Roti gandum yang kasar dan seret itu sudah bisa diterima oleh lidah saya. Dan akhirnya sekarang saya mulai mengkonsumsi roti gandum juga, karena mulai menyukainya selain karena lebih sehat :) Kalau sekarang, karena semua kondisi masih sehat, kolestrol dan semuanya masih normal, saya hanya membiasakan diri saja, supaya kalau suatu saat tiba-tiba kolestrol saya buruk dan saya harus makan makanan yang aneh-aneh, paling tidak saya sudah terbiasa :)

Tapi ketika saya mulai mencari roti gandum ini, biasanya saya sering melihatnya di swalayan, tiba-tiba seperti menghilang. Bahkan ketika akhirnya saya mendapatkan 1 roti gandum di salah satu swalayan, itu sudah tinggal satu-satunya. Dan ternyata roti yang awalnya menurut lidah saya tidak enak itu harganya lebih mahal daripada roti tawar biasa x_x
"Koq bisa ya?" kata saya dalam hati.

Saya berterima kasih pada sahabat saya ini, sudah menshare ilmunya walaupun dia dapat dengan mahal tapi tidak pelit-pelit membagi ilmunya secara gratis bahkan memaksa saya mempraktekkannya :)

Rasanya saya tidak perlu menjabarkan mengapa roti gandum lebih sehat, karena sudah banyak yang melakukannya di dunia maya ini dan kita bisa mendapat informasi lengkap lewat google atau mesin pencari lainnya.

0 komentar: